Tentang Jogja yang Romantis dan Bapak Tukang Parkir Taman Sari yang Inspiratif


Handphonenya aman Bang, Udah Ane temuin. Ternyata ada di parkiran motor Taman Sari. Diamanin sama si Bapak Tukang Parkirnya. Tenang aja Bang Firman. Orang-orang Jogja itu berhati nyaman kok. Hehe…”

Begitulah pesan BBM yang dikirim oleh adik kelas saya ke handphone teman saya, Haekal yang kala itu pergi bersama saya untuk backpacking liburan Tahun Baru 2016 mengeksplor Dieng dan Jogja selama seminggu. Seketika kekhawatiran saya hilang dalam perjalanan pulang menuju Tangerang menggunakan kereta api dari Stasiun Tugu Jogja, yang ada hanyalah rasa tenang dan bersyukur karena ternyata handphone saya tidak hilang diambil oleh orang iseng, terjatuh atau kemungkinan lainnya, tetapi justru ditemukan dan diamankan oleh salah seorang bapak tukang parkir di tempat wisata Water Castle atau Istana Air Taman Sari yang berada tepat di tengah perkampungan padat Kota Jogja.

TERNYATA JOGJA ITU BUKAN HANYA ROMANTIS, TETAPI JUGA BERHATI NYAMAN

Menikmati view yang menghijau sejauh mata memandang di Kalibiru, Jogja.

Untuk kalian semua yang pernah traveling ke Jogja tentunya setuju bila Jogja itu memang romantis. Jogja itu istimewa. Iya, kan?

Siapa yang tidak setuju bahwa Jogja itu romantis? Banyak yang berkata “Semua sudut Jogja itu romantis”, bahkan ada juga yang memiliki kesan tersendiri dan berkata “Jogja itu bukan sekedar kota atau daerah, dia adalah sebuah kenyamanan, kedamaian, dan cinta”. Banyak spot-spot traveling di Jogja yang romantis dan bisa kalian kunjungi saat traveling atau bahkan saat bulan madu bersama pasangan, sebut saja Bukit Bintang, Candi Ratu Boko, Alun-alun Kidul, Kalibiru, Gumuk Pasir Parangtritis, Tugu Jogja, sepanjang Jalan Malioboro dan tentunya masih banyak tempat-tempat romantis lainnya yang bisa ditemui di Jogja.

Jogja Ratu Boko

Eksotisme Candi Ratu Boko

Lalu, bagaimana bila saya katakan kalau ternyata Jogja itu bukan cuma sekedar romantis? Lebih dari itu, Jogja sangat berhati nyaman, orang-orangnya berhati nyaman sehingga membuat siapapun yang mengunjunginya merasa aman, nyaman dan betah berlama-lama di Jogja. Bisa jadi kalian tidak setuju, karena ini tentunya penilaian pribadi. Tetapi percayalah, saya pernah merasakannya sendiri. Betapa Jogja memberikan kesan yang berhati nyaman, setidaknya di mata dan sudut pandang saya sendiri.

jogja gumuk pasir

Gumuk Pasir Parangtritis

Beginilah kisahnya.

Saya akui kejadian ini memang terjadi karena kecerobohan saya dalam menjaga barang-barang pribadi yang saya miliki. Saya tidak sadar bahwa saya meninggalkan handphone saya di warung dekat dengan lokasi parkiran Istana Air Taman Sari. Saat itu, saya mampir untuk membeli minum. Tapi entahlah, sampai saya berkeliling ke tempat wisata lainnya di tengah kota Jogja seperti Alun-Alun, Malioboro, Taman Pintar, Benteng Vredeburg, Sumur Gumuling (Masjid Bawah Tanah) Kampung Taman dan Kampung Cyber, saya tidak sesekali mengecek handphone saya. Hingga akhirnya saya baru tersadar bahwa handphone saya hilang ketika saya hendak melakukan sholat Ashar di Mushola Taman Pintar sekitar pukul 16.30 WIB. Parahnya, hari itu adalah hari terakhir saya liburan di Jogja dan pukul 18.10 WIB adalah jadwal keberangkatan saya untuk kembali pulang ke Tangerang.

Jogja Kampung Cyber

Kampung Cyber Jogja yang unik dan menarik perhatian

Tentu kalian bisa bayangkan sendiri bagaimana hectic dan paniknya saya saat itu. Tanpa berpikir panjang, dengan sisa waktu satu jam lebih saya berusaha untuk mendatangi kembali tempat-tempat wisata yang saya kunjungi hari itu untuk menemukan handphone saya yang hilang entah dimana. Mengapa saya begitu panik?

Bukan. Bukan karena handphone nya yang bagus, branded atau mahal. Tapi karena banyaknya hal penting, memori indah dan berharga yang saya simpan di handphone tersebut, termasuk dokumentasi perjalanan saya selama seminggu untuk Explore Jogja dan Dieng saat itu. 

Saya mendatangi kembali tempat-tempat yang saya kunjungi hari itu, kecuali Istana Air Taman Sari. Karena waktu yang sempit dan lokasi Taman Sari yang lumayan jauh dari Taman Pintar ditambah perasaan khawatir akan tertinggal kereta api. Akhirnya, saya mencoba tenang dan memilih untuk berpikir mencari solusi bagaimana saya bisa mendapatkan kembali handphone saya.

Istana Air Taman Sari

Istana Air Taman Sari, tempat dimana saya kehilangan handphone

Selama menunggu kereta di Stasiun Tugu hingga masuk kereta dan berangkat pulang, saya dan Haekal akhirnya mencoba untuk mengontak adik-adik kelas alumni satu almamater saat SMA di Pondok Pesantren yang melanjutkan studi dan tinggal (kos) di Jogja. Sebut saja Dudi, dialah adik kelas  yang bersedia menolong saya saat itu untuk mencari keberadaan dimana handphone saya.

Dan,, Surprise..! Sekitar pukul 23.00 WIB, ketika saya sudah sedikit tertidur, Haekal membangunkan saya dan memberitahu bahwa  Dudi mengirimkan pesan BBM seperti apa yang sudah saya tulis di awal tulisan ini. Intinya, handphone saya tertinggal di warung dekat parkiran motor Taman Sari dan diamankan oleh seorang bapak yang tak lain adalah tukang parkir di tempat tersebut.

SI BAPAK TUKANG PARKIR YANG INSPIRATIF DAN ‘MISTERIUS’

Foto ilustrasi seorang bapak tukang parkir. (Sumber Foto: hipwee.com)

Cerita belum berakhir sampai disitu. Ada sesuatu hal yang membuat hati saya merasa tersentuh dan terkagum. Ketika junior saya, Dudi mendatangi lokasi parkiran Taman Sari malam itu, si Bapak Tukang Parkir  yang namanya tidak ingin diketahui ini langsung mengamini pernyataan Dudi tentang adanya seseorang yang kehilangan handphone di dekat tempat parkiran tersebut yang tak lain adalah saya.

Walau begitu, si Bapak ini tidak langsung mempercayai Dudi begitu saja. Ia melontarkan banyak pertanyaan kepada Dudi terkait dengan spesifikasi handphone milik saya tersebut. Saya akui apa yang dilakukan oleh si Bapak ini adalah tindakan yang benar. Mengetahui hal ini, saya langsung memberitahu secara detil tentang bagaimana spesifikasi handphone saya melalui pesan BBM dari handphone Haekal.

Setelah si Bapak mengetahui spesifikasi handphone nya melalui pesan yang saya kirimkan kepada Dudi, ia mulai percaya namun tidak langsung memberikan handphone tersebut kepada Dudi. Sebagai syarat terakhir, si Bapak meminta saya untuk memfoto box atau dus handphone dan stiker informasi spesifikasinya setibanya saya di rumah. Tanpa pikir panjang saya pun menyetujui hal tersebut.

Terakhir, saya pun tidak lupa memberitahu Dudi untuk memberikan sedikit Rupiah sebagai rasa terima kasih saya terhadap si Bapak. Tetapi, lagi-lagi si Bapak membuat saya terkagum. Ia menolak untuk menerima imbalan apapun dari saya melalui Dudi. Hingga Dudi berhasil mengirimkan handphone saya melalui kantor pos dan sampai ke tangan saya dengan selamat. Si Bapak tetap menolak untuk diberikan sesuatu sebagai ungkapan terima kasih saya. Beliau benar-benar menolong saya tanpa pamrih. Atas kebaikan si Bapak ini, saya hanya bisa berdoa semoga beliau selalu diberikan kesehatan, usia dan rezeki yang berkah oleh Allah SWT. Aamiin.

ARRRGGHH,,, RASANYA INGIN KEMBALI KE JOGJA

Rasanya, ingin sekali saya kembali traveling ke Jogja untuk menemui dan mencari tahu sosok si Bapak Tukang Parkir yang inspiratif dan ‘misterius’ ini. Sekaligus mengulang kembali memori-memori di tempat yang pernah saya kunjungi dulu dan mengunjungi tempat-tempat baru yang belum sempat saya kunjungi saat itu. 

Rutinitas sehari-hari mulai membuat saya merasa jenuh. Sesekali memantau harga tiket pesawat, sepertinya ide yang bagus jika saya kembali berkunjung ke Jogja menggunakan pesawat akhir tahun ini, karena pada traveling sebelumnya saya menggunakan jasa kereta api. Siapa tahu untuk akhir tahun ini, ada harga tiket pesawat promo. 🙂

Setelah searching kesana kemari, akhirnya saya bertemu Skyscanner. Harga tiket pesawat di Skyscanner cukup terjangkau dan tentunya tidak semahal dengan pengalaman yang akan saya dapatkan selama di Jogja. Ditambah dengan fitur canggih Skyscanner yang membandingkan harga tiket dengan ratusan situs penjual tiket pesawat, harga tiket pesawat yang termurah pasti bisa saya dapatkan dengan mudah. Terlebih lagi, saya bisa mencari bulan termurah untuk tiket pesawat idaman melalui Skyscanner, sehingga bisa saya jadwalkan cuti kerja untuk kembali ke Jogja.

Di akhir tulisan ini, semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari sosok Bapak Tukang Parkir yang inspiratif ini. Beliau dengan kemurahan hati dan kejujurannya telah mengembalikan handphone saya tanpa mengharapkan sedikit pun imbalan. Dan terlepas dari semua perkataan orang dan semboyannya yang ‘istimewa’, Jogja memang sudah menorehkan kesan istimewa di hati saya secara pribadi. 🙂

#ahaskyscanner, #skyscannerindonesia

Note:

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Skyscanner Indonesia “Aha moments saat traveling”. Gambar-gambar di tulisan ini merupakan dokumentasi pribadi penulis dan beberapa gambar lainnya didapatkan dari sumber-sumber yang telah tercantum. Adapun video YouTube didapatkan dari situs YouTube dengan nama official channel Skyscanner Indonesia.

Iklan

6 respons untuk ‘Tentang Jogja yang Romantis dan Bapak Tukang Parkir Taman Sari yang Inspiratif

Jangan Lupa Komen ya....!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s