Catatan Student Exchange JENESYS 2,0 2014 “Belajar Budaya di Negeri Shinkansen” (Part 1)


Belajar Budaya di Negeri Shinkansen
(Catatan Perjalanan Student Exchange JENESYS 2,0 ke Jepang, 22 Feb – 04 Maret 2014)
Oleh : Firmansyah

Di Depan Osaka Castle

Udara bersuhu 10 derajat Celcius menyambut kedatangan rombongan peserta Program JENESYS 2,0 dari Indonesia di Bandara Internasional Narita, Tokyo. Ke- 96 mahasiswa terpilih dari Universitas seluruh Indonesia bersama 4 orang pembimbing berhasil mendarat dengan selamat di Bandara tersebut pada hari Senin, 24 Februari pukul 07.30 waktu Jepang.

Program JENESYS 2,0 merupakan program pertukaran pemuda antara Jepang dan negara-negara anggota ASEAN yang disebut dengan JENESYS 2.0 (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth / Jaringan Pertukaran untuk Mahasiswa dan Pemuda Jepang-Asia Timur) yang diselenggarakan oleh JICE (Japan International Cooperation Center). Program pertukaran pelajar ini difasilitasi oleh pemerintah Jepang. Namun dalam penyelenggaraannya, Pemerintah Jepang bekerjasama dengan lembaga-lembaga internasional, seperti Sekretariat ASEAN, Sekretariat SAARC, Japan – U.S. Educational Commission, Japan-China Friendship Center dan lembaga-lembaga lainnya yang berada di kawasan Asia-Pasifik, dan kemudian mendelegasikan pelaksanaannya kepada sebuah Badan Pelaksana di setiap Negara. Di Indonesia, badan pelaksananya adalah Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Para Peserta Grup C (Osaka) berfoto bersama dengan perwakilan dari PPIM UIN Syarif Hidayatullah dan Staff Kedubes Jepang saat orientasi dan pembekalan di Kantor Kedubes Jepang, Jakarta Pusat

Secara umum program ini merupakan bagian dari upaya revitalisasi ekonomi Jepang, dalam meningkatkan arus jumlah pengunjung asing dan meningkatkan potensi perhatian ke Jepang terhadap para pemuda sebagai penopang generasi masa depan. Dan pada saat yang sama, kegiatan ini juga berupaya untuk mempromosikan pemahaman Internasional terhadap nilai-nilai budaya Jepang, gaya atau fashion Jepang serta Brand-Merk Jepang kepada para mahasiswa dan pemuda dari wilayah Asia/Ocenia.

Partisipasi Daar el-Qolam
Pondok Pesantren Daar el-Qolam pada tahun ini berkesempatan untuk berpartisipasi di ajang pertukaran pelajar (Student Exchange) yang bergengsi ini, dengan mengutus 2 orang guru yang juga masih tercatat aktif sebagai Mahasiswa di Universitas masing-masing. Mereka adalah Ustzh. Nurhayati dan penulis sendiri, Firmansyah. Nurhayati tercatat sebagai Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Teknologi Pembelajaran di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, sedangkan Firmansyah tercatat sebagai Mahasiswa Sarjana S1 Jurusan Pendidikan Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Mashiro, Rangkasbitung.

Proses Seleksi
Kami berdua berhasil lolos seleksi diantara ribuan mahasiswa yang mendaftarkan diri melalui pengisian form dokumen data diri yang kemudian dikirim via e-mail. Setelah melalui proses penyeleksian yang panjang yang dilakukan oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah selaku panitia pelaksana. Akhirnya diumumkan 150 mahasiswa terpilih yang berhasil lolos ke tahap seleksi berikutnya. 150 mahasiswa terpilih tersebut kemudian dikerucutkan kembali melalui proses interview yang dilakukan panitia via telepon. Dari hasil interview itulah kemudian ditetapkan 96 Mahasiswa dari seluruh Indonesia sebagai Peserta terpilih yang berhak mengikuti program Student Exchange ini, termasuk dua diantaranya adalah Nurhayati dan Firmansyah dari Pondok Pesantren Daar el-Qolam dan membawa nama Universitas atau kampus masing-masing.

Pengalaman Seumur Hidup
Dalam penyelenggaraan program ini, Pemerintah Jepang mengundang para peserta selama 9 hari untuk berada di Jepang. Saat berada di Jepang, para peserta JENESYS 2.0 diharapkan dapat berpartisipasi secara progresif dengan memahami tujuan dari setiap program yang ada, serta mampu mengikuti program dengan aktif demi lebih meningkatkan perhatian dan ketertarikan terhadap Jepang. Sehingga akan memperoleh lebih banyak penemuan dengan membandingkan apa yang ada di negara asalnya. Selain itu, pengetahuan dan pengalaman yang dipelajari dari program selama di Jepang ini, bukanlah semata-mata hanya dijadikan sebagai kenangan pribadi, tetapi untuk saling berbagi dengan peserta lainnya dan dirangkum menjadi sebuah rencana tindakan yang akan dipresentasikan pada acara akhir hasil workshop. Para peserta diminta setelah kembali ke negara asal nanti, dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dipelajari dari program ini ke keluarga, teman-teman, dan lain-lain. Disamping itu, kesempatan ini juga dapat digunakan untuk menyebarkan informasi guna memperluas pemahaman tentang Jepang bagi orang lain.

Tulisan ini belum berakhir ya guys….!!!

Tunggu Kisah dan Pengalaman saya selama mengikuti Program Student Exchange JENESYS 2,0 ini di Part 2 dan part-part selanjutnya.. 🙂

Iklan

12 respons untuk ‘Catatan Student Exchange JENESYS 2,0 2014 “Belajar Budaya di Negeri Shinkansen” (Part 1)

  1. Ping-balik: Firman's Update
  2. adenia berkata:

    halo mas Firman, salam kenal juga. wah Alhamdulillah ya program Jenesys ini masih berlanjut sehingga menjaga kerjasama antara Indonesia dan Jepang di bidang budaya dan pendidikan. 🙂

  3. Fman Firmansyah berkata:

    Iya Alhamdulillah. Masih berlanjut…. dan bersyukur juga pernah diberi kesempatan untuk mengikuti Program ini. Senang pernah menjadi salah satu anggota keluarga JENESYS. Semoga program ini selalu berlanjut ke depannya. Aamiin..

Jangan Lupa Komen ya....!!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s